Belajar Jujur dari Ujian Online Sekolah saat Pandemi

04 June 2021

sejarah-sekolah

Hampir seluruh tatanan kegiatan masyarakat Indonesia berubah di masa pandemi Covid-19. Tak terkecuali di sektor pendidikan. Tak hanya belajar di rumah, para pelajar juga harus menjalani ujian sekolah secara online di rumah.

Di sinilah nilai-nilai kejujuran anak benar-benar diuji. Tidak ada pengawasan dari guru saat siswa mengerjakan soal dengan metode dalam jaringan (daring). Hanya bermodal kepercayaan kepada orang tua untuk membantu mengawasi.

"Hukum mim mati bertemu ba, disebut?" gumam Rimba sembari menatap bundanya yang duduk santai di kursi, Selasa, 2 Juni 2020. Yang ditanya hanya melirik sambil tersenyum. "Yang tes siapa, yang bingung siapa. Ya jawab sendirilah," ujar sang bunda geli.

Siang itu, sekira pukul 11.00 WIB, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Semarang tersebut tengah konsentrasi menjawab puluhan pertanyaan ujian sekolah. Tes mata pelajaran yang tengah dikerjakannya adalah Pendidikan Agama Islam.

Sesuai jadwal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Tahun Ajaran 2020/2021, siswa SMP di Semarang mulai menjalani ujian online di rumah mulai 2 Juni hingga 9 Juni 2020. Teknis pelaksanaan ujian sangat berbeda ketika sebelum pandemi Covid-19 datang mendera. Saat itu, ujian dilakukan di sekolah dengan pengawasan ketat para guru.

"Asyik saja sih kalau ujian di rumah. Tidak tegang, bisa santai sambil tiduran atau makan camilan. Tapi pengawasnya lebih galak dari ibu guru di sekolah," katanya tertawa saat ditemui Tagar di kediamannya di kawasan Ketileng, Kecamatan Tembalang.

Ujian secara online adalah tes mata pelajaran di sekolah yang dikerjakan melalui gawai yang materinya dikirimkan dari masing-masing pengajar dan waktunya telah ditentukan. "Saya dikirimi link aplikasi Quzizz dan Google Form dari ibu guru untuk mengakses dan menjawab pertanyaan ujian," ujar siswa kelas VIII itu.

Tak hanya siswa SMP, pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) juga melakoni hal sama. Sebelum ujian, mereka mendapat pengumuman lewat grup Whatsapp (WA) siswa maupun orang tuanya. Bahwa pada Selasa, 2 Juni 2020 telah dimulai jadwal penilaian akhir semester (PAS) dan PAT.

Ujian secara online saat ini sekaligus menjadi tes pertama dalam sejarah pedidikan Indonesia. Semuanya bermula dari datangnya Covid-19, sehingga pengampu kebijakan pendidik memutuskan belajar dan ujian daring.

Tata Tertib Ujian Online

Ujian sekolah secara online di rumah. Pelajar tidak tegang karena bisa menjawab pertanyaan tes mata pelajaran dengan suasana santai. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Di hari yang sama, namun tempat yang beda, Santi, 42 tahun, bersiap berangkat kerja. Putrinya pagi itu masih tidur. “Biar tidur dulu. Nanti siang belajar dan malamnya mengerjakan ujian,” ujar staf perusahaan garmen di Semarang Barat tersebut.

Santai menuturkan, baik dia atau putrinya tidak merasakan tegang layaknya kondisi normal, ujian sekolah dilaksanakan pada pagi hari di sekolah. Namun dia memang berpesan pada putrinya agar tidak main dulu agar siap menghadapi ujian pada saat yang sudah ditentukan.

“Suasananya beda. Kalau ujian saat pagi, kami sudah bangun Subuh. Saya menyiapkan perlengkapan sekolah dan anak saya berangkat dan belajar lagi sebelum ujian mulai. Ujian malam, bisa ditungguin nanti waktu saya pulang kerja,” katanya.

Sambil bersiap berangkat kerja, Santi merasa lega karena saat sang putri mengerjakan ujian, dia sudah pulang. “Setidaknya dia sudah nyaman karena ditungguin ibunya,” ujar perempuan yang berdomisili di Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Semarang itu.

Meskipun begitu, Santi sudah mewanti-wanti, baik pada putrinya maupun pada dirinya sendiri, kalau dirinya hanya berkapasitas layaknya guru. Sekadar mengawasi putrinya mengerjakan ujian dan tidak membantunya. Itu sudah merupakan komitmen dan bagian dari tata tertib PAS.

Para guru telah mengirimkan tata tertib pelaksanaannya PAS melalui pesan WA. Berikut ini tata tertib pelaksanaan PAS online yang diterima Santi.

  1. Perangkat dipastikan koneksi dengan internet

  2. Mengerjakan sesuai dengan waktu dalam jadwal

  3. Siswa mengerjakan mandiri tanpa bantuan dalam bentuk apapun. Mohon bantuan orang tua dalam hal pengawasan.

  4. Selama ujian berlangsung dilarang:

-Menanyakan jawaban soal kepada siapapun.

-Bekerja sama dengan peserta lain.

-Memberi/menerima bantuan dalam menjawab soal.

  • Memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain dengan cara apapun.

-Menggantikan/digantikan orang lain.

  1. Meninggalkan halaman soal sebelum jawaban benar-benar jawaban sudah terkirim.

  2. Apabila ada hal yang menyebabkan siswa tidak bisa mengerjakan PAS, mohon memberi kabar (WA pribadi) supaya guru kelas tidak menunggu dalam ketidakpastian.

  3. Tidak ada PAS susulan terutama bagi siswa yg tidak mengerjakan tanpa keterangan.

  4. Untuk soal dengan pilihan ganda, jawaban ditulis abjadnya saja

  5. Untuk jawaban yang harus kirim via WA japri guru kelas dikerjakan pada kertas folio dengan diberi identitas lengkap. Pastikan foto dapat dibaca dengan jelas sebelum dikirim.

  6. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Katolik mengunduh soal yang diberikan pada tautan yang tersedia kemudian mengerjakannya dalam selembar kertas. Hasil difoto kemudian dikirim ke nomor WA pribadi guru pengampu yang bersangkutan.

  7. Ingat kejujuran menunjukkan integritas Anda.

Poin ke-11 itu meyakinkan Santi kalau tata tertib itu tidak hanya untuk putrinya saja, melainkan juga untuk orang tua atau siapa pun anggota keluarga yang lain.

Hal senada juga disampaikan Arif, 38 tahun, seorang pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Semarang atas. Ia mengatakan putranya yang seorang siswa kelas VIII SMP melaksanakan ujian pada pagi hari, dimulai pukul 08.00 WIB

“Waktunya beda-beda. Anak saya ujian mulai jam 08.00, jadi dia belajarnya malam,” ujar dia.

Untung saja, lanjut Arif, istrinya tidak bekerja. Jadi bisa mendampingi sang putra saat mengerjakan tugas. “Mendampingi maksudnya cuma mengawasi, bukan membantu mengerjakan ujian,” ujarnya sambil tersenyum.

Arif menyatakan, tentu ujian online ini menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakan para siswa, bahwa mereka pernah mengerjakan ujian kenaikan kelas di rumah.

Curhat di Medsos

Sebagaimana bila siswa melaksanakan ujian, beberapa orang tua siswa, khususnya para ibu, mencurahkan perasaan alias curhat lewat media sosial (medsos).

Tuti, 36 tahun, yang menunggu proses pelaksanaan tes anaknya, mencurahkan perasaan via status WA-nya.

“Lucu liat mereka mengerjakan tes sambil sesekali melihat ke mamanya, berharap mendapat pertolongan,” tulis perempuan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah work from home itu.

Sedangkan akun bernama Erni Susanti menulis di dinding Facebook-nya tentang harapan pada si buah hati saat ujian ini. “Semangat ya jagoan mama, pasti bisa mengerjakan ujian online nanti.”

Ujian Sambil Disuapi

Siswa SD yang mendapat giliran tes pada malam hari, mulai pukul 18.30 WIB, harus pintar mengatur waktu. Tentu saja dengan bimbingan orang tuanya. Karena saat itu adalah jam makan malam. Jika memungkinkan, mereka juga bisa mengerjakan sambil makan malam.

Vania, 11 tahun, baru ingat kalau dia belum makan. Kebetulan ibunya, Santi juga baru pulang dari kerja. “Bu, makan. Sudah lapar nih,” kata siswa kelas V itu tanpa memperdulikan waktu yang sudah menunjukan pukul 18.31 WIB. Permintaan itu disampaikan di awal waktu mengerjakan soal ujian.

Meskipun sang ayah tampak sedang santai, gadis cilik itu sudah biasa bermanja-manja dengan sang ibu. Santi hanya tersenyum sembari langsung menyiapkan sepiring nasi beserta lauk yang dikehendakinya.

“Anak-anak seusia Vania, makannya sering susah. Kalau disuruh makan, malas. Jadi kalau pas minta kayak begini, langsung saya siapkan,” katanya sambil memberikan beberapa suapan pada putrinya yang sedang mengerjakan ujian.

Vania mengunyah makanannya sambil tetap menekuni telepon pintarnya. Beberapa saat kemudian dia mengambil alih piring yang dipegang ibunya dan makan sendiri. Santi beringsut agak menjauh agar putrinya bisa lebih berkonsentrasi mengerjakan soal ujian.

Beberapa buku pelajaran berserakan di depan Vania. Sedangkan matanya berpindah-pindah antara gawai dan buku-buku tersebut.

Dalam hal kejujuran dalam Ujian adalah hal yang harus dilaksanakan bagi seluruh siswa sekolah, tapi bagaimana saat Pandemi Covid-19 ini Ujian dilakukan online tanpa terpantau oleh Guru dan dikerjakan dirumah?

Pasti Ujian sudah tidak bisa dikatakan JUJUR.

Maka dari itu Kami hadir untuk memberikan solusi yang bisa memantau siswa saat Ujian Online yang terpenting, siswa tersebut mengerjakannya dengan JUJUR karena sudah terpantau oleh Guru/Pengawas Ujian Online.

Aplikasi yang dimaksud adalah SmarteSchool. Aplikasi SmarteSchool bisa digunakan oleh Guru/Pengawas untuk monitoring siswa saat sedang Ujian Online agar tidak terjadi kecurangan. Dan juga bisa mengetahui letak lokasi siswa saat mengerjakan Ujian Online, apakah dia mengerjakan Ujian Online di rumah sendiri, apa dia mengerjakan Ujian Online bersama teman-temannya, Aplikasi SmarteSchool bisa, agar tidak terjadi kecurangan.

Selain itu di Smarteschool ini, mampu mengintegrasikan seluruh Proses Pembelajaran Daring maupun Tatap Muka, Sekolah Tanpa Kertas. Mengintegrasikan Manajemen Perpustakaan dan Materi Pembelajaran dengan sistim Pengawasan kegiatan belajar/Tugas siswa yang effektif serta terdata, dengan Google Meet dan CCTV yang lebih effektif daripada Tatap Muka. Sistim Ujian Berbasis Komputer yang dilengkapi Kecerdasan Buatan untuk mengeffektifkan pendataan kemandirian siswa/pengawasan ditambah sistim Manajemen Nilai sampai fitur Pelaporan yang memudahkan Guru, Manajemen Sekolah, Orang Tua Murid dan Murid memantau data2 Belajar, Ujian serta Kegiatan terkait lainnya.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua!

Hubungi contact person SmarteSchool untuk informasi lebih lanjut!

Sumber: www.tagar.id


Lihat Berita Lainnya