Ketentuan Pembelajaran Offline Tahun Ajaran Baru 2021/2022

27 May 2021

sejarah-sekolah

Pemerintah memutuskan untuk membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2021-2022 pada Juli mendatang secara tatap muka (offline).

Kebijakan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

SKB ini ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan kegiatan tatap muka atau offline nantinya dilakukan secara terbatas yakni hanya 50 persen dari jumlah siswa di kelas.

Menurut Nadiem, sekolah dapat memecah kelompok belajar yang melaksanakan tatap muka hingga tiga kelompok.

Kemudian pelaksanaan kegiatan tatap muka sepenuhnya diserahkan ke sekolah.

Semisal melaksanakan kegiatan tatap muka dua kali seminggu atau tiga kali seminggu.

Waktu pembelajaran juga tidak digelar secara keseluruhan melainkan hanya 3 jam mulai pukul 7.00 hingga 10.00.

Hal ini untuk memenuhi kuota 50 persen peserta didik yang tidak hadir di sekolah tatap muka.

"Jadi orangtua atau wali murid boleh memilih, berhak dan bebas memilih bagi anaknya apakah mau tatap muka (offline) terbatas atau tetap PJJ," ujar  Nadiem dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan, setiap satuan pendidikan yang akan membuka pembelajaran tatap muka terbatas wajib memenuhi daftar periksa protokol kesehatan yang ditetapkan kemenkes.

Daftar periksa tesebut sudah diberikan ke semua sekolah sejak zona hijau dan kuning diizinkan membuka sekolah.

Jika saat kegiatan tersebut ditemukan kasus Covid-19 maka pembelajaran tatap muka atau offline di sekolah dihentikan sementara.

"Jadi kalau ada infeksi harus segera ditutup sekolahnya untuk sementara. Dan kalau daerah sedang PPKM dalam skala mikro itu juga boleh dihentikan sementara," ujar Nadiem.

Dalam beberapa kegiatan pasti ada saja kita membutuhkan teknologi agar mempermudah dan praktis, sama halnya dengan kegiatan belajar mengajar baik offline maupun online. Dalam kegiatan belajar mengajar apalagi disaat pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita belajar mengajar dirumah pasti membutuhkan teknologi pembelajaran salah satunya adalah E-Learning.

Salah satu teknologi pembelajaran E-Learning ada terdapat di aplikasi yang kami punya dan kami unggulkan yaitu Smarteschool.

Aplikasi SmartSchool kami sudah memuat banyak manfaat serta kegunaan yang bervariasi bagi seluruh jajaran sekolah, bukan hanya fitur guru dan siswa, tetapi juga fitur untuk sekolah pun kami miliki. Selain itu di Smartschool ini, mampu mengintegrasikan seluruh Proses Pembelajaran Daring maupun Tatap Muka, Sekolah Tanpa Kertas. Mengintegrasikan Manajemen Perpustakaan dan Materi Pembelajaran dengan sistim Pengawasan kegiatan belajar/Tugas siswa yang effektif serta terdata, dengan Google Meet dan CCTV yang lebih effektif daripada Tatap Muka. Sistim Ujian Berbasis Komputer yang dilengkapi Kecerdasan Buatan untuk mengeffektifkan pendataan kemandirian siswa/pengawasan ditambah sistim Manajemen Nilai sampai fitur Pelaporan yang memudahkan Guru, Manajemen Sekolah, Orang Tua Murid dan Murid memantau data2 Belajar, Ujian serta Kegiatan terkait lainnya. Dan masih banyak lagi keunggulan yang dimiliki oleh Smarteschool

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua!

Hubungi contact person Smarteschool untuk informasi lebih lanjut!

Sumber: www.kompas.tv


Lihat Berita Lainnya