Pembelajaran Digital: Mobile Learning Sebagai Media Pembelajaran Era Pendidikan Abad-21

27 May 2021

sejarah-sekolah

Pada abad 21, kecenderungan manusia dalam meggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang sangat pesat. Informasi dan komunikasi mempengaruhi berbagai kehidupan serta memberi perubahan tentang cara hidup dan kegiatan manusia sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Minat membaca masyarakat yang juga meningkat berdampak pada pemenuhan kebutuhan yang mudah dan cepat diakses.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Salah satu perhatian pendidikan yang menjadi perioritas untuk ditingkatkan adalah kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajar.

Pembelajaran yang berorientasi pada pembelajar dapat dilakukan dengan membangun sistem pembelajaran dimana sistem ini memungkinkan pembelajar untuk mempunyai kemampuan belajar lebih menarik, interaktif, dan bervariasi (Munir, 2017). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi tersebut dalam suatu sistem yang dikenal dengan pembelajaran digital.

Digital learning atau pembelajaran digital berkembang sebagai upaya dalam mewujudkan sistem pendidikan terpadu dengan membangun konektivitas antar komponen dalam bidang pendidikan sehingga pendidikan akan lebih fleksibel dan dinamis. Pembelajaran digital memberi kontribusi secara kuantitas terhadap interaksi belajar mengajar (Shearer, 2003). Dahulu, sebagian besar pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka langsung (pembelajaran konvensional) dengan pembelajar. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, informasi, komunikasi yang semakin pesat dan canggih trend juga berubah. Ruang lingkup kompetensi bagi seorang pendidik dalam pembelajaran digital meliputi perencanaan serta pengorganisasian pembelajaran, keterampilan penyajian baik verbal maupun non verbal, team work, keahlian dalam penguasaan materi pembelajaran, melibatkan pembelajar dalam pembelajaran serta koordinasi aktivitas lainnya, pengetahuan tentang teori belajar, pengetahuan tentang pembelajaran digital, pengetahuan tentang perencanaan pembelajaran, dan penguasaan media pembelajaran.

Saat ini para pendidik sedang menghadapi pembelajar yang disebut sebagai generasi Milenial. Dimana pembelajar yang disebut sebagai generasi milenial ini fasih teknologi, mereka adalah generasi digital yang mahir teknologi informasi serta berbagai aplikasi komputer. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah, baik untuk kepentingan pendidikannya maupun kepentingan hidup kesehariannya. Mereka sangat intens berinteraksi dengan semua kalangan, khususnya teman sebaya melalui berbagai situs jaejaring. Berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta orang di tahun 2018 dan didominasi oleh usia produktif (generasi Milenial) usia 15-35 tahun.

Salah satu pengaplikasian pembelajaran digital pada abad ke-21 saat ini adalah melalui pembelajaran berbasis mobile (mobile learning). Mobile learning disebut juga M-learning, didefinisikan sebagai pembelajaran yang disampaikan (didukung) teknologi mobile (Traxler, 2007). Berdasarkan kondisi di lapangan bahwa generasi Milenial fasih teknologi, tech-savvy, web-savvy, appfriendly generation mereka disebut sebagai generasi digital yang gandrung akan teknologi infromasi. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan dekat dengan gawai canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Maka penerapan mobile learning dalam pembelajaran akan sangat menarik minat pembelajar dalam belajar mengingat mereka sangat terikat dengan gawai.

Wulandari et al dalam Seminar Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) tahun 2015 menyatakan bahwa (1) Perangkat teknologi mobile sekarang ini tidak hanya memudahkan pengguna dalam berkomunikasi, namun telah menjadi perangkat yang sangat berperan dalam aktivitas pengguna. Jumlah pengguna smartphone yang meningkat menyediakan peluang pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran berbasis mobile learning. (2) Rata-rata pengguna smartphone menghasbiskan lebih dari dua jam sehari pada ponsel mereka, sebagian besar waktu digunakan untuk chatting, browsing, atau menggunakan aplikasi internet. (3) Dominasi terbesar bersal dari kelompok umur 12-35 tahun dan penggunaan internet di Indonesia lebih sering terkoneksi melalui ponsel. Perkembangan teknologi membawa tren baru dalam dunia e-learning melalui pemanfaatan media protabel atau mobile device seperti smartphone, laptop, tablet, maupun Personal Computer (PC) untuk mengakses sistem pembelajaran digital yang disebut dengan Mobile Learning.

Menurut titro.id Pada 16 Juli 2017 telah dilaksanakan riset dengan jumlah responden 1.201 orang berusia antara 7–21 tahun, riset ini tentang bagaimana generasi Y (Milenial) dalam menggunakan gawai. Hasilnya 89,10% responden (usia 7-21 tahun) menggunakan handphone atau smartphone dalam kehidupan sehari-harinya (tirto.id, 2017). Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar penerapan pembelajaran berbasis mobile akan berhasil, melalui smartphone yang mereka miliki pembelajar menjadi lebih mudah dan cepat dalam mengakes sesuatu yang mereka butuhkan kapan saja dan dimana saja.

Pembelajaran digital menjadi lebih efektif serta memberikan manfaat dibandingkan pembelajaran konvensional secara tatap muka langsung (face to face) apabila strategi pembelajarannya tepat dan benar. Pembelajaran digital melalui mobile learning bukan hanya sekedar mengikuti trend global. Namun merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses serta mutu layanan pendidikan. Model pembelajaran digital serta konten digital ini dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Mengingat bahwa seorang pendidik harus memiliki keterampilan sosial dan salah satu kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik adalah memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Maka kompetensi digital ini dibangun supaya sumber daya manusia khususnya pendidik (pengajar) dan pembelajar dapat menguasai teknologi digital.

Kami memiliki aplikasi yang bisa digunakan untuk Belajar Mengajar, Manajemen Sekolah dan lain lain, aplikasi tersebut adalah Smarteschool

Aplikasi SmartSchool kami sudah memuat banyak manfaat serta kegunaan yang bervariasi bagi seluruh jajaran sekolah, bukan hanya fitur guru dan siswa, tetapi juga fitur untuk sekolah pun kami miliki. Selain itu di Smartschool ini, mampu mengintegrasikan seluruh Proses Pembelajaran Daring maupun Tatap Muka, Sekolah Tanpa Kertas. Mengintegrasikan Manajemen Perpustakaan dan Materi Pembelajaran dengan sistim Pengawasan kegiatan belajar/Tugas siswa yang effektif serta terdata, dengan Google Meet dan CCTV yang lebih effektif daripada Tatap Muka. Sistim Ujian Berbasis Komputer yang dilengkapi Kecerdasan Buatan untuk mengeffektifkan pendataan kemandirian siswa/pengawasan ditambah sistim Manajemen Nilai sampai fitur Pelaporan yang memudahkan Guru, Manajemen Sekolah, Orang Tua Murid dan Murid memantau data2 Belajar, Ujian serta Kegiatan terkait lainnya. Dan masih banyak lagi keunggulan yang dimiliki oleh Smarteschool

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua!

Hubungi contact person Smarteschool untuk informasi lebih lanjut!

Sumber: penulis.ukm.um.ac.id


Lihat Berita Lainnya